Pengembangan Pembelajaran Berbasis WEB Pembelajaran PAI
Disusun guna memenuhi ujian tengah semester mata kuliah media
pembelajaran
Dosen Pengampu: Guntur Cahyono, M.Pd.
Disusun Oleh:
Oki Wariati (23010150180)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2017
Pengembangan Pembelajaran Berbasis WEB Pembelajaran PAI
Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada era
globalisasi ini terutama internet telah memasuki seluruh aspek kebutuhan umat
manusia terutama dalam bidang pendidikan. Jaringan internet yang tersedia beranekaragam
sumber belajar dengan mudah diakses di seluruh pelosok tanah air kapan saja dan
dimana saja. TIK memberikan kontribusi nyata dalam terealisasinya pembelajaran
lebih mendalam, serta mampu memenuhi kebutuhan belajar siswa dengan tingkatan
intelektual yang beragam. Salah satu
bentuk pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan akhir-akhir ini adalah
pembelajaran berbasis web.
World Wide Web (WWW) adalah
salah satu aplikasi layanan internet yang sangat populer, sehingga seolah-olah
internet hanyalah web. Word Wide Web atau sering disebut web
merupakan kumpulan dokumentasi terbesar yang tersimpan dalam berbagai server
yang terhubung menjadi suatu jaringan. Dokumen ini dikembangkan dalam format
hypertext dengan menggunakan Hypertex Markup Language (HTML).
Melalui format ini dimungkinkan terjadinya link dari suatu dokumen ke
dokumen lain. Selain itu fasilitas ini bersifat multimedia, yang terdiri
kombinasi unsur teks, foto, grafika, audio, animasi dan video (Isjoni, 2008:
14). Sehingga sangat besar pemanfaatan adanya web di kalangan siswa dalam
belajar.
Sarana web menjadi semakin umum di sekolah. Dengan perubahan dari
sebuah web “membaca” menjadi web “membaca/menulis”, para guru
mampu menemukan cara-cara baru dalam menarik para siswa yang pandai teknologi,
ke dalam aktivitas pendidikan berbasis komputer. Menerbitkan karya siswa ke
dalam World Wide Web (www) merupakan sebuah alat penyediaan audiens
global autentik untuk produksi-produksi kelas (Frida Dwiyanti Widjaya, 2013:
137).
Secara umum website memiliki beberapa fungsi, yaitu: fungsi
komunikasi, fungsi informasi, fungsi hiburan, dan fungsi transaksi (Asep Herman
Suyanto, 2006: 5). Berbagai fungsi yang dimiliki oleh website
menyebabkan fleksibilitas pengembangannya untuk berbagai kepentingan terutama
untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Dalam bukunya Sugandi, dkk (2004:9) menyatakan bahwa pembelajaran
terjemahan dari kata “instruction” yang berarti self instruction (dari
internal) dan eksternal instructions (dari eksternal). Maka pembelajaran adalah suatu aktivitas interaksi antara pendidik dengan
peserta didik yang melalui sumber belajar dari lingkungan tersebut dengan
adanya korelasi yang tersistem meliputi unsur-unsur manusiawi, fasilitas,
perlengkapan, material, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai
tujuan pembelajaran.
Pembelajaran berbasis web adalah suatu kegiatan proses belajar mengajar
yang dilakukan dengan memanfaatkan media situs (website) yang dapat diakses
melalui jaringan internet yang terkoneksi atau terhubung secara simultan,
sehingga memungkinkan untuk bertukar data dan informasi antar komputer. Hal itu
dikenal dengan sebutan Web Based Learning (WBL) atau Web Based Education
(WBE) merupakan salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik
(e-learning). Dengan demikian dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi
web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan (Rusman, 2011:
335).
Dengan demikian pembelajaran berbasis web sangat berpengaruh dalam
proses pembelajaran untuk era sekarang ini. Melalui media pembelajaran berbasis
web materi pembelajaran dapat diakses kapan saja dan dari mana saja, di samping
itu materi juga dapat diperkaya dengan berbagai sumber belajar termasuk
multimedia. Media pembelajaran berbasis web dapat dikembangkan dari yang sangat
sederhana sampai yang kompleks. Sebagian media pembelajarn berbasis web hanya
dibangun untuk menampilkan kumpulan materi. Disisi lain pengembangan
pembelajaran berbasis web ini juga sangat penting untuk meningkatkan pendidikan
yang mutu dan modern. Dalam bukunya Widjaya tertulis bahwa adanya pendidikan
berbasis web menyebabkan guru mampu menemukan cara-cara baru dan menarik para
siswa. Dengan begitu secara tidak langsung para siswa akan tertarik untuk
mengikuti pembelajaran dan besar manfaat adanya pembelajaran berbasis web.
Mewujudkan pembelajaran berbasis web bukan sekedar meletakan materi
belajar pada web untuk kemudian diakses melalui komputer web digunakan bukan
hanya sebagai media alternatif pengganti kertas untuk menyimpan berbagai dokumentasi
atau informasi. Web digunakan untuk mendapatkan sisi unggul yang tadi telah
diungkap. Keunggulan yang tidak dimiliki media kertas ataupun media lain. Selain itu mengembangkan pembelajaran berbasis web
yang efektif, memerlukan penerapan suatu pendekatan system dan prinsip-prinsip
desain pembelajaran. Pendekatan system memberikan suatu kerangka kerja atau
panduan pada kita sebagai seorang pengembang untuk mendesain materi
pembelajaran. Guna mendapatkan desain pembelajaran efektif, pengembang harus
berpegang pada prinsip-prinsip desain pembelajaran, sehingga materi
pembelajaran yang dikembangkan memang berorientasi kepada siswa atau peserta
didik dan akan meningkatkan efektivitas materi yang disajikan. Terutama
dalam lingkup pendidikan agama islam. Pendidikan agama islam itu sendiri
mencangkup beberapa aspek di dalamnya. Diantaranya tentang Ketuhanan, manusia,
bahkan alam semesta ini. Pendidikan agama islam juga membutuhkan sarana media
pembelajaran yang mampu meningkatkan pendidikan islam yang efektif.
Berbagai materi pokok dalam pendidikan agama islam dapat dilakukan
dengan berbasis web. Secara sederhana
saja, shalat, wudhu dan lain sebagainya biasanya sebelum mengenal web para
pengajar mengajarkannya dengan praktik secara langsung oleh gurunya atau
menjelaskan secara teori tanpa ada praktek sehingga pengetahuan yang didapat
murid tersebut kuran efektif. Pendidikan web menjadiakan sesuatu itu lebih
mudah dan fleksibel tergantung para penggunanya, pada permasalahan tersebut
dapat diatasi secara mudah yaitu para siswa diperkenalkan dalam dunia
pendidikan web untuk meningkatkan pengetahuan cecara cepat, tanggap dan
efisien. Sehingga murid dapat melihat dan mendengar secara langsung. Tidak
harus menunggu guru mengajarkan. Sebenarnya pendidikan berbasis web membuat
seorang anak mandiri dalam memperoleh ilmu yang sangat luas dalam konteks agama
islam. Pengajaran yang selalu menggunakan metode ceramah dan dakwah biasa yang
digunakan oleh kalangan guru dalam mengajarkan kepada anak didiknya, yang mana
anak didiknya akan merasa bosan dan semakin materi yang disampaikan tidak dapat
diterima dengan baik. Adanya pengembangan pendidikan berbasis web dalam pendidikan
PAI, memberikan inovasi perkembangan pembelajaran dalam konteks pendidikan
agama islam yang efektif dan efisien. Maka peserta didik dengan mudah menerima
dan membuat anak didik berkesan dengan materi tersebut.
Lain hal dalam lingkup mahasiswa. Kita
dapat membayangkan suasana di ruang kelas ketika sebuah “proses pembelajaran”
sedang berlangsung. Berapa banyak diantara mahasiswa aktif terlibat dalam
diskusi dan sesi tanya-jawab? Apa yang mereka dilakukan? Dan tentunya masih
banyak lagi pertanyaan-peranyaan lain yang sebenarnya kita sudah mengetahui
jawabannya. Monitoring proses dalam pembelajaran berbasis web lebih sulit dibanding
di ruang kelas. Menyediakan bahan belajar online tidak cukup. Diperlukan sebuah
desain instruksional sebagai model belajar yang mengundang sejumlah (sama
banyaknya dengan kegiatan di ruang kelas) mahasiswa untuk terlibat dalam
berbagai kegiatan belajar.
Perkembangan pembelajaran berbasis web dalam pendidikan agama islam
memiliki kemungkinan pemanfaatan yaitu dalam mata kuliah atau pembelajaran PAI
dapat dikemas secara terpadu dalam web dapat dimanfaatkan untuk siswa-siswa
pada sekolah umum dan madrasah. Bahan-bahan materi PAI dapat berupa teks,
suara, gambar, vidio, animasi, stimulasi, dan lain-lain. Dengan adanya bahan-bahan
tersebut materi PAI bisa mengkombinasikan satu-dua media. Pengembangan materi
PAI juga dikemas secara interaktif dan menarik seperti yang sudah di bahas
dalam paragraf sebelumnya. Salah satunya adalah mengintegrasikan berbagai macam
media atau multimedia. Sehingga siswa
dapat memilih apa yang telah dikerjakan selanjutnya, bertanya, dan mendapatkan
jawaban, maka siswa belajar dengan nyaman dan menyenangkan tidak merasa
monoton, mengekang, dan tegang. Pembelajaran PAI memungkinkan berbeda dengan
kuliah. Oleh karena itu dalam pengembangan halaman web harus memiliki
karakteristik. Seperti evaluasi, afektif, dan psikomotorik.
Implemetasi pembelajaran web memiliki langkah-langkah
diantaranya, sebuah program pendidikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di
lingkungan kampus harus dengan berbasis web; menetapkan sebuah mata kuliah
pilihan jurusan;(Rusman, 2011:285) dua program pendidikan tersebut disampaikan
berbagai macam kegiatan belajar secara kelompok. Belajar dan mengerjakan tugas
secara kolaboratif.
DAFTAR PUSTAKA
Herman S, Asep. (2009). Step by Step Web Design
theory and Practices. Yogyakarta: Andi
Isjoni.
(2008). Pembelajaran Terkini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Rusman. (2011). Model-model
Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers
Sugandi, Achmad, dkk. (2004). Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK UNNES
Widjaya, Frida Dwiyanti. (2013). Teknologi Pendidikan Bagi Para
Pemimpin Sekolah. Jakarta: PT. Indeks

Tidak ada komentar:
Posting Komentar